Apa Itu HTTP Injector ?, Kegunaan, dan Resikonya


Para pemburu internet gratis besar kemungkinan sudah sangat akrab dengan salah satu aplikasi Android yang satu ini. Yaitu HTTP Injector.

HTTP injector adalah aplikasi yang dapat membantu kamu untuk menembus celah provider (operator) atau mengakses internet tanpa harus membayar biaya paket internet sepeserpun. Ditambah lagi, kamu dapat mengakses situs yang diblokir menggunakan jarigan SSH. Dan untuk menggunakan aplikasi ini android sobat tidak perlu di root.

Lalu bagaimana cara kerja aplikasi HTTP Injector ?, cara kerja aplaplikasi ini antara lain mencari celah pada provider (operator) yanng kalian gunakan baik itu XL, telkomsel, indosat, dll dengan memanfaatkan jaringan VPN, Proxy, dan SSH yang memungkinkan penggunanya memakai internet secara gratis!, iya kamu bisa internetan gratis mengunakan HTTP Injector!. 

HTTP Injector merupakan aplikasi yang di kembangkan oleh salah satu software developer yaitu Evozi. dan bisa langsung kamu download di google play store.

Bagi sobat yang baru tau apa itu HTTP Injector dan ingin tau cara menggunakan HTTP Injector ada beberapa istiah penting yang harus sobat tau, antara lain:

MAIN

  • Payload: Adalah data HTTP Header yang akan disuntikan atau inject.
  • Remote Proxy: Adalah remote http proxy (contohnya seperti : squid proxy dan APN).
  • Debug Mode: Di mode ini akan tampil serangkaiaan data yang sobat kirim dan akan terlihat di log.
  • Battery Saver: Adalah untuk menghemat penggunaan baterai ketika kita menggunakan aplikasi ini dengan menonaktifkan "Wakelock" untuk mencegah CPU dari tidur.
  • Google DNS: Disini kita menggunakan Google DNS untuk dapat mengakses situs yang di blokir oleh provider dan mencegah ISP sobat di ketahui oleh situs yang sedang sobat kunjungi.
  • Start SSH: Memulai mengkoneksikan SSH setelah injeksi di mulai.


SSH/Settings

  • Connect Mode: Disini ada dua model sambungan yang bisa kita gunakan antara lain IP Tables dan VPN Service, untuk IP Tables kita memerlukan root akses, dengan kata lain HP Android sobat perlu di Root dan hanya tunnel port 80 dan 443 yang dapat kita gunakan disini, sedangkan VPN Service untuk Android 4.0 ke-atas dan dapat mengakses semua trafik tunnel dari server sobat. (saya sarankan untuk mengganti ke model IP Tables jika VPN Service bermasalah)
  • SSH: SSH adalah singkatan dari Secure Shell merupakan protokol jaringan terenskirpsi dan memulai sesi shell berbasis teks pada mesin remote namun dengan cara yang aman.
  • SSH Host: Secure Shell IP atau nama host.
  • SSH Port: Secure Shell port, umumnya adalah port 22 sedangkan untuk port squid proxy bersifat publik dan akan memblokir http proxy port 22.
  • Username: Nama pengguna SSH sobat.
  • Password: Kata sandi SSH sobat.
  • Data Compression: Kompres paket data menggunakan Zlib.
  • Upstream Proxy: Upstream proxy HTTP Injector secara default ter-setting port 8989, untuk menggantinya sobat harus mengaktifkan dan mengatur proxy dan port 127.0.0.1:8989 untuk SSH untuk koneksi ke HTTP Injector proxy lokal Server.


Fitur diatas merupakan beberapa fitur utama yang akan sering sobat lihat pada saat menggunakan aplikasi HTTP Injector, selain fitur-fitur diatas ada lagi beberapa fitur utama lainnya yaitu seperti IP Hunter, Host Checker, Payload Generator, Auto Respone, Header Replacer, Route Proxy.


TOOL

  • IP Hunter: digunakan untuk mengganti IP Addres sobat secara otomatis.
  • Host Checker: untuk melakukan pengecekan host atau bug yang akan sobat gunakan sebelum di injeksi.
  • Auto Respone: Fitur ini berguna untuk mengubah status kode header 200 jika sebelumnya belum berstatus 200.
  • Header Replacer: Fitur ini berguna untuk mengubah status HTTP Header menjadi 200 OK (misalnya seperti mengubah 301 Moved Permanently menjadi 200 OK bergitu juga status lainnya).


Itulah beberapa fitur pada aplikasi HTTP Injector yang akan sering sobat jumpai dan sobat gunakan untuk memulai injeksi, dan ini akan sangat membantu sobat yang ingin mencoba aplikasi ini atau membuat dan menggunakan config buatan sobat sendiri.

Meskipun kita bisa berselancar ria di internet secara gratis menggunakana aplikasi ini, bukan berarti tidak ada resikonya namanya juga gratisan pasti ada resikonya kan.

Resiko Menggunakan HTTP Injector:

  • Disconnect Tiba-tiba: Disconnect bisa terjadi karena  ketidakstabilan server yang kita gunakan. So, jika tiba-tiba sobat tidak bisa menyambungkan ke internet itu adalah hal yang harus sobat maklumi. Namanya juga Gratisan hahaha.
  • Mencari Config Baru: Hal yang harus sobat ketahui, config yang kita gunakan untuk internetan gratis memiliki masa kadaluwarsa. Jadi, jika config yag kita gunakan sudah expired, sobat harus cari config yang baru lagi. Hal ini sedikit ribet karena tidak semua config memiliki koneksi internet yang kencang.
  • Koneksi Internet Tidak Stabil: Selain bisa internetan secara gratis, kecepatan transfer data yang tinggi menjadi salah satu daya tarik yang cukup kuat untuk menggunakan HTTP Injector. Tetapi, kecepatan internet yang sobat dapatkan tidak akan stabil. Ada saatnya kecepatan yang sobat dapatkan tinggi, namun bisa juga menurun bahkan bisa disconnect. kesel bukan?



Sekian dari saya tentang Apa Itu HTTP Injector ?, Kegunaan, dan Resikonya. semoga saja artikel yang saya buat ini dapat berguna dan bermanfaat untuk sobat.

0 komentar